Sembilu Rindu yang Tak Terucap
Rindu adalah simfoni pilu yang tak terurai dengan logika, seperti bisikan angin yang merayap lembut di sela dedaunan, meninggalkan jejak sunyi yang menggema. Ia hadir tanpa diundang, seperti bayangan yang merayap dalam keheningan, menyusup hingga ke sudut hati yang paling rapuh. Rindu bukan sekadar ingin bertemu, melainkan doa tanpa suara, harapan yang tergantung di ujung langit senja. Namun, bagaimana jika rindu itu menjadi sembilu yang mengiris jiwa? Ia seperti luka tak terlihat, menganga lebar, meski tak berwarna darah. Ada rasa yang tertahan di dasar hati, bercampur sesak, mengendap dalam diam. Kita ingin meneriakkan segala perihnya, tapi kepada siapa? Rindu itu seperti ombak yang menghantam lembut, menarik kita perlahan ke pusaran kenangan yang tak berujung. Malam seringkali menjadi saksi bisu kegundahan jiwa. Langit kelam menjelma samudra luas yang hampa, seolah ikut merasakan kehampaan hati yang dirundung rindu. Bintang-bintang diam tak berkedip, seakan me...